Wajib Coba, Berlayar Menjelajahi Pulau Komodo
Berlayar selama 6 hari di Pulau Komodo menjadi pengalaman tak
terlupakan. Tidak hanya melihat komodo dari langsung dihabitatnya,
traveler juga bisa melihat menikmati kecantikan Pink Beach dan
snorkeling di beberapa pulaunya. Seru!
Hari pertama trip ini dimulai dengan menuju Nusa Tenggara Barat dari
Jakarta dengan perjalanan udara kurang lebih 2 Jam. Para backpacker
menentukan titik meeting point mulai pukul 13.00-24.00 Wita di sebuah
penginapan di Kota Mataram. Ada sekitar 14 orang yang ikut trip ini.
Oh iya, perjalanan kali ini adalah Sailing Trip atau berlayar.
Perjalanan akan dimulai dari NTB menuju NTT, dengan berlayar di lalut
beberapa hari dan mengunjungi pulau-pulau yang indah dengan pasirnya
yang cantik.
Hari kedua, pada pagi hari setelah kita packing, sarapan dan
sebagainya, sekitar pukul 09.00 Wita kita mulai meluncur ke Labuan
Lombok menggunakan bus kecil yang sudah disiapkan sebelumnya.
Selama di bus tawa dan canda mulai tumbuh di antara para backpacker
dan akhirnya mulailah mengenal satu sama lain. Awal kesenangan sudah
dimulai ketika kapal mulai meninggalkan Labuan Lombok.
Spot pertama yang kita kunjungi adalah Gili Bola. Di sini kita bisa
snorkeling, dan bermain di pantai. Menjelang sunset kita pergi lagi ke
sebuah teluk di Gili Kramat. Di teluk inilah kita bermalam dengan
kondisi kapal diam di teluk.
Menurut cerita yang berkembang, Gili Keramat hanya dihuni oleh
seorang nenek dan seekor kucingnya. Waktu ke sana, kami tidak menjumpai
sang nenek, tapi kami melihat kucingnya. Di sini semua tarveler
menikmati sunset pertama di Gili Keramat.
Subuh, sekitar pukul 04.00 Wita kapal mulai bergerak ke arah Pulau
Moyo. Kebetulan sunrise yang kami lihat selama perjalanan menuju Pulau
Moyo sangat sempurna.
Alangkah indahnya alam di Indonesia Timur. Begitu sampai di Pulau
Moyo kita bisa snorkeling terlebih dahulu. Setelah puas snorkeling kita
akan menuju air terjun di tengah hutan Pulau Moyo dan di sinilah kita
bisa puas mandi air tawar yang dingin. Byurr!
Dari Pulau Moyo, kita menuju Pulau Satonda, kembali lagi kita
snorkeling di Pulau Satonda. Di Pulau Satonda ini ada sebuah danau unik,
yaitu danau air asin yang terbentuk karena letusan Gunung Tambora.
Konon di sini ada sebuah pohon bernama kalibuda yang apabila
menggantungkan keinginan kita dengan batu atau karang, maka keinginan
kita akan terkabul.
Serunya, kalau kita berendam di danaunya maka ada ikan-ikan kecil
yang menghampiri dan mencubit-cubit kaki kita seperti di refleksi oleh
ikan-ikan. Setelah puas bermain di Pulau Satonda, kita melakukan
perjalanan tengah malam menuju Gili Laba.
Selama perjalanan, kita tidur di kapal yang dalam kondisi jalan.
Perlu Anda tahu, jangan berharap mendapat sinyal 3G selama Sailing Trip
ini. Dengan tidak adanya sinyal 3G, maka kebersamaan sesama backpacker
akan semakin erat. Mengobrol satu sama lain dan main kartu di kapal
adalah salah satu hiburan yang sangat mengaryikan.
Pada hari keempat, sekitar pukul 06.00-08.00 Wita kita akan sampai di
Gili Laba. Di sini kita akan melakukan short trekking menuju puncaknya
dan bisa melihat keindahan Pulau Komodo dari sini.
Setelah dari Gili Laba, kita menuju pantai yang istilahnya terkenal
dengan Red Beach atau Pink Beach. "Inilah the best snorkeling spot I've
ever been." Dari Red Beach kita menuju pulau Komodo, kita akan melakukan
short trekking untuk melihat Komodo di habitat aslinya.
Sorenya sekitar pukul 16.00 Wita, kita akan berkunjung ke Kampung
Komodo. Kampung Komodo sebuah kampung yang ada di Pulau Komodo dan
berkunjung ke Taman Bacaan Pelangi untuk menyumbangkan buku bacaan anak
yang sudah kita bawa.
Menjelang sunset, setiap peserta dalam perjalanan ini wajib membawa
buku bacaaan untuk disumbangkan ke anak-anak Kampung Komodo.
Selanjutnya, dari Kampung Komodo kita akan menuju Gili Kalong untuk
melihat sunset dan ribuan kelelawar. Gili K`long akan menjadi tempat
bermalam kita kali ini.
Tidak berjalan, kali ini kapal dalam kondisi
diam di teluk.
Sampailah kami di hari kelima, pagi-pagi kita memulai perjalanan
menuju Pulau Rinca. Di mana habitat Komodo lebih liar dan lebih banyak.
Di sini kita akan melakukan medium atau long trekking. Banyak turis
asing di Pulau Rinca ini dan tak lupa selama trekking kita ditemani
ranger.
Ranger menjadi istilah buat pemandu para wisatawan yang ingin
trekking di pulau ini. Bersama ranger kita akan merasa aman dari
gangguan komodo di Pulau Rinca.
Rencana kita menuju Pulau Bidadari atau Pulau Kelor untuk melakukan
snorkeling terakhir dari trip ini dan bersantai di pantai. Sayang,
karena hari mulai gelap maka kami memutuskan untuk langsung menuju ke
Labuan Bajo.
Sekitar pukul 16.00 Wita kita menuju Labuan Bajo untuk check in ke
penginapan dan mengejar sunset di Paradise Bar. Paradise Bar adalah bar
sekaligus tempat terindah di Labuan Bajo untuk menikmati sunset sambil
nge-beer ditemani dengan musik musik.
Tibalah hari keenam yang juga menjadi hari terakhir perjalanan ini.
Pagi setelah breakfast kita menuju bandara untuk melanjutkan perjalanan
pulang dengan pesawat ke Denpasar.
Sekitar pukul 13.00 Wita kami semua tiba di Denpasar dan itulah
akhir dari trip ini. saya pun transit di bali dengan beberapa rekan
rekan backpacker untuk bersantai sejenak di Bali dengan mengunjungi
Potato Head.
Malamnya sekitar pukul 21.00 Wita saya kembali ke Jakarta. Inilah akhir dari Sailing Trip saya ke Pulau Komodo, Flores, NTT.







0 Response to "Wajib Coba, Berlayar Menjelajahi Pulau Komodo"
Post a Comment